Halaman

Penjabat Musuh KKN ( kisah kematangan moral)


By Aldriyanto S. Kep

     Era ORDE baru telah pergi, revolusi terjadi, kekuasaan di tangan rakyat, Kode Etik semakin di junjung tinggi akan tetapi moralitas menjadi taruhanya, idealisme untuk menyuarakan hak – hak rakyat serta prilaku yang berasaskan ketuhan sangat di perlukan di era reformasi ini, oenjabat Negara dan wakil Negara di pilih rakyat secara langsung namun tindak penyelewengan pemilihan dan peran jabatan wakil rakyat terjadi,aturan memang di buat untuk di langgar, apakah kata – kata itu yang kini menjadikan tidakan penyelewengan atau pendidikan moral yang minim sehingga mengakibatkan moralitas hancur serta berantakan.
Pada awal era reformasi di sebuah kecamatan di jawa yang di pimpin oleh bpk Alek mulai sibuk untuk membenah diri, mulai dari administrasi, keamanan dan hal lain yang terkait dengan pemerintahan. sebut saja kecamatan N, di kala itu bertepatan dengan pemilu pertama di era reformasi,berbagai elemen  masyarakat mulai menjamah untuk menerobos dunia parpol dan politik, semua masyarakat memanfaatkan masa itu dengan harapan kualitas hidupnya di dunia semakin layak baik itu tingkat social ataupun ekonomi sehingga Kolusi Nepotisme sangat memungkinkan terjadi.
     Ini bukan bukan merupakan icon permainan bola seperti Boas Salosa yang sering melempar umpan sana sini dengan tujuan membobolkan gawang, namun cerita ini permainan politik untuk menghimpun masa, kala itu di kecamatan N mulai di bangun sebuah partai yang notabene adalah partai islam yang di bangun oleh seorang kyai atau guru besar, bapak Alek selaku camat N berupaya aktif mengikuti perkembangan politik di permukaan muka bumi, di lain sisi bpk alek memiliki saudara  yang profesinya seorang guru agama ia adalah bpk Tadi, karena bpk Alek merasa PNS dan tidak mau menjadi politik praktis maka beliau berupaya untuk mendorong saudaranya tadi yaitu bpk Tadi supaya berperan aktif di dunia politik.
     Bpk Tadi sebagai tokoh agama tentunya sangat hati – hati dalam mengambil keputusan termasuk menerima tawaran dari saudaranya camat,ahirnya dengan berbagai pertimbangan pak Tadi memutuskan untuk mengikuti saran bpk camat, dengan beriringnya waktu karir pak tadi bejalan mulus dan mencapai puncak yaitu kemenangan dalam pemilu kada.
     Selang beberapa tahun pak tadi dimintai pertolongan oleh bapak camat supaya tidak dimutasi jabatan, namun  karena pak tadi memiliki tekad yang bulat untuk melawan KKN makan  dengan ringan hati pak tadi mengatakan tidak …..
Bersambung……..